poster proton elektron
Kisah Pengejaran Abadi: Positif & Negatif

Di sebuah lingkungan perumahan elit bernama Atom Hidrogen, hiduplah seorang pria bernama Proton. Proton adalah tipe pria yang “positif” banget—saking positifnya, dia punya massa tubuh yang cukup berat dan hobi berdiam diri di pusat kota (alias Inti Atom).

Sementara itu, ada Elektron. Dia kecil, lincah, negatif (suka sinis kalau diajak bicara), dan yang paling penting: dia tidak bisa diam.

*****

Proton sangat mencintai Elektron. Dia selalu mencoba menarik Elektron untuk mendekat dengan pesona “muatan positifnya”.

“Elektron, ayolah berhenti berlari! Kita bisa duduk santai di inti atom, minum teh, dan membicarakan masa depan!” seru Proton dari pusat atom.

Elektron, yang sedang berlari dengan kecepatan hampir mendekati kecepatan cahaya, cuma teriak balik, “Maaf, Proton! Kalau aku berhenti, aku bakal jatuh cinta padamu… maksudku, aku bakal jatuh menabrakmu dan kita bakal meledak! Aku harus tetap orbiting!”

 

*****

Persahabatan mereka ini aneh. Mereka saling tarik-menarik (karena gaya elektromagnetik), tapi tidak pernah dapat bersatu.

  • Proton: “Aku merasa kita punya chemistry.”

  • Elektron: “Tentu saja punya, bodoh! Kita ini bahan dasar kimia!”

Suatu hari, ada sebuah atom Oksigen yang besar dan nakal lewat. Oksigen ini punya banyak Proton di intinya, sehingga daya tariknya sangat kuat. Dia mencoba menggoda Elektron milik Hidrogen.

“Hei Elektron kecil, ikut aku saja. Aku punya delapan proton di sini. Lebih ramai, lebih seru!” goda si Oksigen.

Elektron sempat bimbang. Dia sempat melirik ke arah Oksigen. Proton panik! “Jangan pergi! Kalau kau pergi, aku jadi kesepian dan bermuatan positif sendirian (Ion)!”

 

*****

Untungnya, Elektron sadar bahwa meskipun dia hobi lari-lari mengelilingi Proton sampai pusing, dia sudah nyaman di orbitnya. Dia tidak butuh delapan Proton, dia cuma butuh satu Proton yang setia menunggunya di tengah.

“Tenang saja, Proton,” kata Elektron sambil melakukan putaran spin yang keren. “Aku mungkin negatif, dan aku mungkin tidak pernah bisa menyentuhmu, tapi aku akan selalu berputar di sekitarmu. Itu janji subatomikku.”

Proton tersenyum lebar. Meskipun mereka tidak akan pernah bisa berpelukan (karena kalau itu terjadi, mereka mungkin jadi Neutron dan ceritanya jadi beda lagi), mereka tahu bahwa dalam ketidaksamaan itulah, dunia ini terbentuk.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait