WhatsApp Image 2026-01-15 at 10.13.01
Gema Isra Mi’raj di Desa Wanasari: Tiga Sekolah Bersatu dalam Spiritualitas dan Silaturahmi

MUARA WAHAU – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Fallah, Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau pada hari ini. Ratusan siswa, guru, dan staf kependidikan dari tiga jenjang sekolah berbeda berkumpul dalam satu barisan untuk memperingati hari besar Islam, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Perayaan tahun ini tergolong istimewa karena dilaksanakan secara kolaboratif oleh SDN 008 Muara Wahau, SMP Negeri 2 Muara Wahau, dan SMA Negeri 2 Muara Wahau. Sinergi lintas jenjang ini menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat Desa Wanasari.

Sinergi dan Dedikasi Panitia

Acara yang dipersiapkan dengan matang ini dikomandoi oleh Ibu Afifah Fitriandani, S.Pd., Guru PAI dari SMP Negeri 2 Muara Wahau, yang bertindak sebagai Ketua Panitia. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan utama dari gabungan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antarinstansi pendidikan di wilayah Muara Wahau.

 

Dipandu Talenta Muda, Diisi Tausiyah Bermakna

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan dua siswi berbakat dari SMP Negeri 2 Muara Wahau, Nur Shafira Alya Nabila dan Vallery Sattra Agustin, yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan pembawaan yang luwes dan penuh percaya diri, keduanya berhasil memandu jalannya acara dengan tertib, mulai dari pembukaan hingga doa penutup.

Puncak acara ditandai dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Hasan dari SMP ADA Kecamatan Kongbeng. Dalam ceramahnya, Ustad Hasan menekankan pentingnya memaknai perjalanan Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas salat dan disiplin diri, terutama bagi generasi muda di era digital.

Dampak Positif bagi Siswa

Para siswa tampak antusias menyimak setiap rangkaian acara. Penggabungan tiga sekolah ini memberikan kesempatan bagi siswa SD untuk melihat teladan dari kakak-kakak kelas mereka di tingkat SMP dan SMA, sementara para siswa yang lebih tua belajar untuk menjadi pengayom bagi adik-adiknya.

Perayaan Isra Mi’raj di Masjid Al-Fallah ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan perbedaan jenjang pendidikan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam syiar agama yang menyejukkan.


Penulis: [Narin Wu] Lokasi: Desa Wanasari, Muara Wahau

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait